REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2 - MEDIA PENGEMBANGAN LITERASI DAN NUMERASI SMA SWASTA KARANU

Terbaru

Jumat, 12 Juli 2024

REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.2

 REFLEKSI DWIMINGGUAN MODL 1.2
TENTANG NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK


Salam dan bahagia
Perkenalkan saya dengan Zulkarnain, guru bahasa dan sastra Indonesia pada SMA Swasta Karanu Waikabubak. Melalui kesempatan ini izinkan saya untuk menulis refleksi dwimingguan modul 1.2 pendidikan calon guru penggerak angkatan 11 Kabupaten Sumba Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur. 
Refleksi ini bertujuan untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan saya selama mengikuti kegiatan pembelajaran pada modul 1.2 tentang nilai-nilai dan peran saya sebagai guru penggerak.

Refleksi ini kembali saya menggunakan model 4F (Fact, Feeling, Feendings, Future) yang diprakarsai oleh Dr. Roger Greenaway 4F diterjemahkan sebagai peristiwa, perasaan, pembelajaran dan penerapan. 
 
1. Fact (Peristiwa)
Setelah kegiatan pembelajaran pada modul 1.1 tentang pandangan dan filosofi pendidikan menurut Kihajar Dewantara, selanjutnya tanggal 2 Juli saya melanjutkan untuk mengeksplorasi modul 1.2 tentang nilai-nilai dan peran saya sebagai guru penggerak. Kegiatan pembelajaran ini saya awali dengan menyimak vidio yang merupakan surat dari instruktur yang mengajak guru untuk menemukan jati diri sebagai guru penggerak masa depan melalui nilai-nilai dan peran sebagai guru penggerak sehingga dengan menjadi guru penggerak mampu mewujudkan peserta didik yang berkarakter profil pelajar pancasila. 

Dalam modul 1.2 saya belajar dengan menggunakan alur merdeka yakni mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, demontrasi kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi dan aksi nyata. Alur merdeka ini merupakan pembelajaran dengan pendekatan reflektif postif dan negatif secara terbimbing sehingga dapat ditemukan solusi perbaikan dan peningkatan sisi positifnya.   Saya memulai dengan membuat diagram trapesium usia dimana saya harus menyampaikan dengan sejujurnya tentang refleksi peristiwa positif dan peristiwa negatif yang kemudian saya dapat mengambil pelajaran dari trapesium usia untuk dapat merefleksikan saat saya di bangku SD dengan profesi saya sebagai guru saat ini. Sebagai guru saya harus menciptakan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kemudian saya melakukan eksplorasi konsep dengan belajar mandiri tentang bagaimana menjadi manusia tergerak, bergerak dan menggerakan. 


2. Feeling (perasaan)
Yang saya rasakan dalam kegiatan pembelajaran modul 1.2 ini saya merasa senang dan bersyukur karena saya dapat mengetahui nilai-nilai guru penggerak dan saya juga dapat mengidentifikasi peran saya sebagai guru penggerak baik yang ada pada diri maupun yang belum tumbuh dalam diri saya. Nilai yang belum tumbuh  dalam diri saya tentu menjadi refleksi buat saya untuk terus belajar mengembangkan diri sehingga saya mampu menjadi pemimpin pembelajaran dan penggerak ekosistem pendidikan. Dalam modul ini juga saya merasa bangga karena saya bisa belajar bersama rekan CGP seangkatan. Menurut saya tidak semua rekan guru bisa hadir di pendidikan ini,  untuk bisa masuk menjadi guru penggerak dengan melewati proses seleksi yang cukup panjang dengan demikian saya merasa bangga bisa belajar dan berkolaborasi sesama rekan CGP.   Pada kesmpatan ini juga saya akan berusaha menjadi orang yang memiliki rasa tanggung jawab. Merasa tertantang untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam pendidkan guru penggerak ini.

Dalam kegiatan ini muncul gagasan atau ide dalam diri saya untuk berkolaborasi dengan rekan CGP angkatan 11 Kabupaten Sumba Barat berkolaborasi dan berbagi prakti baik dalam komunitas belajar baik yang dilakukan secara daring maupun luring. 

3. Feendings (Pembelajaran)
Dari modul 1.2. ini saya dapat mengetahui banyak hal tentang nilai dan peran saya sebagai guru penggerak. tentang nilai, keberpihakan kepada murid, mandiri, kreatif, reflektif dan inovvatif semoga nilai nilia ini terpatri dalam diri saya sehingga mampu menjadi pemimpin pembelajaran. Selain itu saya juga harus mampu berperan sebagai guru penggerak dalam mewujujudkan ekosistim pendidikan di sekolah yang lebih baik, menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas praktisi, menjadi pelatih bagi guru lain, menjalin kolaborasi antar guru dan mewujudkan kepemimpinan murid.  

4. Future (Penerapan)
Nilai nilai dan peran sebagai guru penggerak akan senantiasa saya terapkan di sekolah dengan sungguh-sungguh dan bersemangat dalam belajar, menerapkan pembelajaran yang berpihak kepada murid, senantiasa menyajikan pembelajaran yang inovatif,  berkolaborasi dengan murid, rekan sejawat, kepala sekolah demi kepentingan dan kemajuan sekolah dan peserta didik, membuat komunitas praktisi dan konsisten melakukan refleksi dalam setiap kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lainnya dalam di Sekolah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar