REFLEKSI DISKUSI KELOMPOK SIMULASI IDENTIFIKASI MASALAH DAN SOLUSI DALAM KOMUNITAS PRAKTISI - MEDIA PENGEMBANGAN LITERASI DAN NUMERASI SMA SWASTA KARANU

Terbaru

Sabtu, 20 Juli 2024

REFLEKSI DISKUSI KELOMPOK SIMULASI IDENTIFIKASI MASALAH DAN SOLUSI DALAM KOMUNITAS PRAKTISI



Sebagai sebuah lembaga pendidikan, sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan karakter dan intelektualitas para siswanya. Namun, dalam perjalanannya, tak jarang sekolah dihadapkan pada berbagai permasalahan yang dapat menghambat proses belajar mengajar. Oleh karena itu, kemampuan mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang tepat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif. Pada lokakarya pertama CGP angkatan 11 Kabupaten Sumba Barat yang dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2024 di SDN Weekarou kami mencoba melakukan simulasi peran komunitas praktisi dalam sekolah untuk mengidentifkasi permasalahan yang terjadi di sekolah masing-masing CGP. Kemudian kami melakukan diskusi untuk mencari solusi. 

Di bawah ini merupakan refleksi singkat tentang kegiatan diskusi identifikasi masalah dan solusi dalam komunitas praktisi  dengan pendekatan 4P

Peristiwa

Komunitas praktisi adalah sekelompok orang yang memiliki semangat, minat yang sama dalam berbagi pengetahuan, ide, dan pengalaman, serta untuk saling belajar satu sama lain. Komunitas praktisi dapat memainkan peran penting dalam mengidentifikasi masalah dan mencari solusi terhadap masalah yang terjadi di lingkungan sekolah.  Dalam rangkaian kegiatan lokakarya 1 yang disampaikan oleh ibu Hetty Rambu Podu, S. Pd. kegiatan kami diawali dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi di masing masing sekolah CGP, kemudian masalah yang kami tulis dan kami identifikasi kami tempel di kertas karton  dengan kategori masalahh murid, masalah sekolah dan  masalah diri sendiri. Masing-masing CGP menuliskan satu masalah yang terjadi di sekolahnya, sejumlah masalah CGP disampaikan dalam diskusi ini rendahnya minat untuk belajar mandiri di PMM, rekan guru yang tidak mau mengembangkan diri alias nyaman dengan zonanya, kolaborasi yang tidak terjalin dengan baik antara sesama guru, dukungan rekan sejawat dan kepala sekolah kepada CGP yang masih sangat rendah, terangkum dalam diskusi kelompok kali ini.  

Kemudian kami dibagi dalam tiga kelompok untuk mencari solusi dari setiap masalah. Kami kelompok dua mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi tentang kategori masalah Sekolah.

Perasaan

Saya merasa senang dengan pembelajaran ini karena kami dapat berdiskusi dan berkolaborasi untuk mengidentifikasi solusi dari setiap masalah yang di ungkapkan oleh teman-teman CGP. Saya senang karena kelompok kami berkumpul CGP dari berbagai jenjang dari SD, SMP dan SMA, sehingga kami saling berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk kemudian menarik benang merah untuk mengemukakan solusi. Kami juga saling mendukung antara satu sama lain untuk mengemukakan ide-ide baru. 

Pembelajaran 

Dari diskusi kelompok tentang identifikasi masalah dapat saya ambil pelajaran bahwa dengan kolaborasi  dengan rekan sejawat, sebuah masalah dapat dengan mudah untuk dicarikan solusi karena saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Dari solusi yang kami identifikasi semoga saya dapat mengimplementasikan di tempat saya mengajar yaitu di SMA Swasta Karanu Waikabubak dan mendapatkan kepercayaan diri dan keyakinan untuk melaksanakannya. 

Penerapan 

Langkah awal yang saya lakukan adalah dengan berkomunikasi dengan pimpinan dalam hal ini kepala sekolah, wakil kepala sekolah atau rekan sejawat. saya akan mengawali dengan hal hal yang kecil dan sederhana dengan step by step. dan tentu saja akan ada tantangan yang akan saya hadapi dan ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Dalam penerapannya saya akan senantiasa melakukan refleksi untuk mengidentifikasi kekurangan yang saya miliki dan akan saya lakukan perbaikan secara konsisten.   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar